Berita & Informasi 
Rabu, 16 Jun 2010 22:15:50 dikirim oleh admin
Kualitas Guru Tak Cukup Cuma Sertifikasi
[KOMPAS.com] -Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional melaluisertifikasi tidak
akan banyak berpengaruh bagi kemajuan pendidikan diIndonesia. Untuk menilai kualitas seorang guru tidak cukup melalui sertifikasi,tetapi seharusnya melalui uji kompetensi dan kinerjanya.
Hal itu dapat dilihat dari bidang yangdiajarkan dan bagaimana cara mengajarkannya. Demikian dikatakan oleh FauzilAdhim, pemerhati pendidikan anak dan keluarga, di Bantul, Selasa (15/6/2010)."Saya tidak setuju dengan sertifikasi. Kebijakan itu memerlukan anggaranyang mahal tetapi tidak akan membuat pendidikan kita maju. Sangat mudah bagiseorang guru untuk mengumpulkan sertifikat, tetapi apakah mereka benar-benarpaham dengan materi dan diaplikasikan dalam pendidikan? Sertifikasi jelas tidakbisa dijadikan tolok ukur untuk menilai kompetensi seorang guru,"
tegasFauzil.
Fauzil mengatakan, saat ini kualitaspendidikan di Indonesia berada pada ranking 16 di antara negara-negara AsiaPasifik. "Kita kalah dengan Malasyia, Singapura, Vietnam, BruneiDarussalam, Filipina, Papua Nugini, Selandia Baru dan lain-lain. Sekarangdosen-dosen UGM merasa bangga jika kuliah di Malasyia, padahal pada tahun80-an, mereka sangat bangga jika dapat kuliah di Indonesia, di universitas manapun," katanya.
Kunci keberhasilan mereka, menurut Fauzil,adalah adanya keinginan untuk berubah. Malasyia mengimpor guru-guru terbaikdari Indonesia untuk merancang pendidikan di Malasyia, dan mereka benar-benarmenjalankannya. "Sebaliknya, kehancuran akan terjadi jika kita sudahmerasa puas, menutupi
kelemahan-kelemahan," ujarnya
Berita Lainnya

